Ternyata banyak hewan2 selain burung yang bisa terbang atau melayang.. Monggo disimak


Merupakan famili Exocoetidae, dapat di temukan di semua samudra, ikan terbang menggunakan sirip besar mereka untuk meluncur sejauh 50 meter di atas permukaan air ketika terancam oleh predator/pemangsa. Untuk mencapai udara, ikan terbang cepat mengibaskan ekor mereka hingga 70 kali per detik!!! Ekor ini juga digunakan untuk menekan air hingga memungkinkan meluncur beberapa detik di udara sebelum turun lagi ke laut. Ikan terbang dapat meningkatkan waktu terbang di udara dengan cara meluncur searah dengan arus udara dan laut.
2. FLYING FROG

Katak terbang mempunyai kaki berselaput dan penutup kulit yang memungkinkan untuk bergerak secara aerodinamis melalui pohon-pohon di hutan. Bahkan, katak terbang menghabiskan seluruh keberadaan mereka di pohon-pohon, hanya turun untuk kimpoi dan bertelur. Katak terbang menyamarkan diri di daun lingkungan mereka, meminimalkan ancaman predator, dan memungkinkan mereka untuk berburu serangga.
3. GLIDING LIZARD

Kadal ini seperti makhluk naga yang legendaris hanya saja ia tidak menyemburkan api. Hewan ini mempunyai panjang hanya 9 cm, dengan ekor lebih panjang dari tubuhnya. Kadal ini menggunakan penutup kulit di bawah lengannya yang memungkinkan untuk melayang dari puncak pohon ke puncak pohon lainnya. Makanannya adalah serangga. Hidupnya selalu dia atas pohon, hanya ketika sudah menemukan pasangan saja, kadal ini meluncur turun ke dasar hutan untuk meletakkan telur-telurnya.
4. GLIDING ANT


Semut terbang (Cephalotes depressus), terbang dengan cara melompat dari atas pohon.Mereka memilih tempat yang sempurna untuk mendarat di saat mereka melompat dari pohon. Dengan terbang mengikuti angin, mereka secara akurat dapat mendarat di tempat yang dipilih, dan telah menunjukkan tingkat keberhasilan hingga 85%.
5. SQUIRREL GLIDER

Tupai terbang telah dianggap punah sejak tahun 1939, hanya saja baru-baru ini telah dikonfirmasi beberapa spesies tupai peluncur yang masih hidup, mereka tinggal di hutan kering bagian Selatan- Australia Timur. Tupai peluncur adalah jenis hewan menyusui yang berkantung, makanan utama mereka adalah buah-buahan dan kacang-kacangan. Ancaman terbesar mereka datang dari spesies rubah dan burung hantu.
6. FLYING SQUID
Maaf untuk flying squid belum ada...
Ketika melarikan diri dari predator, cumi melompat terbang dari laut dan bisa tetap melayang di udara hingga beberapa meter. Untuk mencapai udara, cumi akan meniup keluar air untuk membawanya keluar dari laut. Karena itu cumi ini dianggap hewan-jet yang memiliki kemampuan mendorong seperti jet. Sirip kecilnya dapat membantu untuk memberikan keseimbangan selama meluncur.
7. FLYING SNAKE

Tanpa sayap, sirip, atau anggota badan, ular terbang ini mampu pindah dari satu pohon ke [ohon lainnya dengan melompat dan melayang. Jadi, ketika di pohon, ular terbang ini bergerak ke ujung cabang. Di sini, ia mengangkat tubuhnya, mengisap dalam-dalam perut dan tulang rusuk yang menonjol keluar sehingga berbentuk cekung. Lalu ia menghentakkan ekornya, ular terbang meluncur bebas di udara untuk mencapai cabang berikutnya. Ular terbang beracun, tinggal di Asia Selatan, dan sering menikmati mangsanya yang benar-benar bisa terbang seperti burung dan kelelawar.
8. FLYING LEMURS
Maaf untuk gambar ini eroorr
Flying lemur, atau dikenal sebagai Flying lemur dari Filipina, memiliki kaki berselaput besar dan ekor kaki panjang, yang dihubungkan oleh membran pada anggota tubuh depannya. Makhluk malam ini dulu pernah di buru untuk di konsumsi sebagai salah satu menu makanan yang lezat, tetapi baru-baru ini telah diletakkan pada daftar spesies langka.
9. GLIDING POSSUM

Juga dikenal sebagai tikus terbang, Gliding possum adalah mamalia terkecil di dunia yang bisa meluncur. Sebuah membran kulit yang menghubungkan dari ujung siku ke lututya memungkinkan makhluk kecil ini meluncur dari cabang ke cabang. Setelah mendarat, ekornya akan digunakan untuk memastikan agar ia tidak jatuh ke tanah.
10. FLYING GECKO

Cicak terbang memiliki jarring-jaring dari membran meliputi tubuh mereka, yang memungkinkan mereka untuk melayang di udara dan melekat pada pohon sewaktu mendarat. Cicak terbang bergantung pada kamuflase untuk melindungi diri dari predator, seperti laba-laba besar.
source : http://www.bluefame.com/index.php?showtopic=367156




0 komentar:
Posting Komentar